PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Sehat Sultoni muojkuiimDalimunthe, Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Al Qur'an, (Yogyakarta : Deepublish, 2016), hal. 125 .
PERSPEKTIF AL QURAN
Oleh : yupisiregar@gmail.com
Ruang lingkup pembahasan karakterr atau akhlak seringkali dipahami
berupa inn masih onokebaikan dan keburukan. Biasa juga disebut akhlak yang baik dan yang buruknn mm nk. Akhlak yang baik, contohnya yang paling populer, sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. siddīq, amanahk, tablig, dan fatanah. Akhlak yang buruk itu, contohnya dengki, iri, sombong, bakhil, dan sebagainya. Penyebutan empat sifat Nabi Muhammad Saw. Tidak diketahui ijtihad siapa dan sumbernya dari
mana.
Pendidikan karakter berasal dari dua kata yaitu pendidikan dan karakter, penulis mencoba menjelaskan pengertian dari pendidikan, karakter dan pendidikan karakter agar bisa di tarik sebuah kesimpulan. Menurut beberapa ahli, kata pendidikan mempunyai definisi yang ber-
beda-beda tergantung pada sudut pandang, paradigma, metodologi dan disiplin
keilmuan yang digunakan.Menurut D.Rimba, pendidikan adalah bimbingan
atau pembinaan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utuh.
Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya
untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak agar selaras dengan
alam dan masyarakatnya. Menurut Sudirman N. Pendidikan adalah usaha yang
dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mantap.
Wd
Intinya pendidikan selain sebagai proses humanisasi, pendidikan juga
merupakan usaha untuk membantu manusia mengembangkan seluruh potensi
yang dimilikinya (olahrasa, raga dan rasio) untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Istilah karakter secara harfiah berasal dari bahasa Latin “Character,”
yang antara lain berarti: watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Sedangkan secara istilah, karakter diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri.
Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi
ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Larakter dapat juga diartikan sama
dengan akhlak dan budi pekerti, sehingga karakter bangsa identik dengan akhlak bangsa atau budi pekerti bangsa. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti, memiliki standar norma dan perilaku yang baik.
Setelah kita mengetahui pengertian pendidikan, pengertian karakter
maka yang perlu diketahui selanjutnya adalah pengertian pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang
melibatkan aspek pengetahuan (kognitif), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, pendidikan karakter tidak akan efektif. Jadi, yang diperlukan dalam pendidikan karakter tidak cukup dengan pengetahuan lantas melakukan tindakan sesuai dengan pengetahuannya saja. Hal ini karena pendidikan karakter terkait erat dengan nilai dan norma. Oleh karena itu, harus juga melibatkan aspek perasaan.
Istilah pendidikan karakter oleh para ahli seringkali disepadankan dengan istilah pendidikan moral atau pendidikan akhlak. Pendidikan moral (moral education) dalam dua dekade terakhir secara umum digunakan untuk men-jelaskan penyidikan isu-isu etika di ruang kelas dan sekolah. Pengajaran etika dalam pendidikan moral bertujuan mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia. Sedangkan pendidikan akhlak sebagaimana diungkapkan
oleh Miskawaih seperti dikutip oleh Abudin Nata, merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang bernilai baik dari seseorang. Dalam pendidikan akhlak ini, kriteria benar dan salah untuk menilai perbuatan yang muncul merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.
Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan.
Menurut Khan pendidikan karakter adalah proses kegiatan yang dilakukan dengan segala daya dan upaya secara sadar dan terencana untuk menga-rahkan anak didik. Pendidikan karakter juga merupakan proses kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budi harmoni yang selalu mengajarkan,membimbing, dan membina setiap menusiauntuk memiliki kompetensi intelektual, karakter, dan keterampilan menarik.
Dari keterangan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
pendidikan karakter adalah sebuah usaha sadar yang dilakukan pendidik kepada peserta didik untuk mengajarkan, mendidik, membimbing, membina agar dapat memahami tentang nilai-nilai etika/moral serta mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar